Wednesday, 10 August 2011

Dosen Sukses dari Kopi 32 Rasa Buah



Berawal dari bincang-bincang bersama teman yang kebetulan maniak kopi di salah satu cafe di Jakarta, pada Oktober tahun 2005 lalu, Ia tertarik merintis berbisnis waralaba teh rasa buah dan kopi khas Medan. Dengan ketekunan, perempuan lulusan sarja teknik dan master sains ini, akhirnya sukses mengembangkan usahanya. Kini omzet diperolehnya Rp 200juta per bulan.

Tapi perjuangan dosen STT Harapan Medan ini, menunju kesuksesan bukan lah mudah. Didorong jenuh menduduki berbagai posisi di sejumlah perusahaan, Yanty Faradillah akhirnya mutuskan mendirikan usaha sendiri dengan nama CV Sukses Group berlokasi di Jalan AR. Hakim-Mulia No 1 dan Jalan AR. Hakim No 117 pada April 2005 lalu.

Toh, saat itu belum ada peluang usaha yang mantap dilihatnya. Yanthy saat itu masih hanya punya satu keinginan buat perusahaan semata. Hingga pertemuannya bersama dua temannya di salah satu cafe blok S , Jakarta sekitar Oktober 2005, memberikan inspirasi membuka usaha kopi. Sejak dari pertemuan itu Ia pun mulai bergerak, dari mencari pasar dan kemasan terlebih dahulu.

Usahanya mencari pasar dan kemasan yang tepat diakui bukan lah hal yang muda dalam merintis usaha. Namun, Ia tidak mundur. Berbagai ide yang ada di kepalanya, terus dicoba. Pertama ia mulai mendatangi salah seorang teman yang terbiasa ke Arab Saudi, meminta tolong untu membawa kopinya ke Arab.

Tak sampai disitu saja, dia mencari orang yang tau tentang penjualan kopi di modren market dan tradisional market. Merasa kepercayaan diri berbisnis semakin mantap. Ia mulai mewujudkan dengan menyediakan modal awal Rp 60juta yang diperoleh dari tabungannya dan pinjaman dari orang tuanya. ”Dari hasil pengamatan saya, semua orang suka teh dan kopi, itulah yang menjadi dasar saya membuka usaha ini,” terangnya.

Tak hanya mengolah kopi asal Sidikalang semata, dia juga memproduksi teh dari Pematang Siantar. Hingga pada tahun 2008, Ia kemudian mencoba membuat formula teh aneka rasa buah. Untuk tahap awal, hasil racikan itu mulai dijual di daerah sumber Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Ternyata respon mahasiswa membeli minuman teh dengan aneka rasa buah sangat antusias.

Sejak itulah dia terus mengembangkan teh aneka rasa buah . Hingga akhirnya, sudah mencapai 32 rasa buah yang di jual. Kopi dan teh itu dituang dalam kemasan paper cup dan plastik cup. Cup itu kemudian diberi brand Men United (MU). Agar konsumen mengingat produknya, Ia menuliskan Teh 16 Rasa Buah dan Kopi Khas Medan di cup plastik kopi dengan brand MU. Di cup itu juga ada tulisan: Kopi Sidikalang Khas Medan, Horas Medan.

Memperluas Brand

Sukses, merintis teh rasa buah, Yanty mulai memperluas brand Teh dan Kopi MU Khas Medan. Salah satu cara dengan, mengajak orang menjadi entrepreneur, untuk menciptakan lapangan pekerjaan yaitu dengan waralaba.

Dengan hanya modal Rp 6 juta ia memberikan fasilitas outlet, kelengkapan,bahan awal jualan dan cara membuat. ”Kita sudah menyediakan semuanya, mitra hanya mencari lokasi strategis dan kami siapkan semuanya,” terangnya.

Untuk memperluas Brand itu, Ia mendirikan pabrik di kawasan Jalan Delitua KM, 14 Deliserdang. Di pabrik ini lah perempuan lusan S2 di USU jurusan Manajemen dan S2 di Universitas Diponegoro (UNDIP) jurusan Sistem Informasi membuat outlet dan berbagai kelengkapan penjualan Teh dan Kopi MU Khas Medan untuk mitra usahanya.

Pernah Ketipu Kline dan Teman

Namun perjalanan bisnis pemilik gelar ST, MSi, MSI dan SpB ini, bukan tak pernah mengalami jatuh bangun. Yanty pernah ditipu klien dan temannya sendiri. Akibat peristiwa itu, usahanya pernah nyaris mati suri karena sampai mengalami kehabisan modal.

Kondisi itu hampir membuat dirinya menyerah dan tidak mempercayai siapapun. Meski pun demikian, Ia berusaha bangkit dari keterpurukan. Melihat sisa-sisa produk dan apa yang dirintis dari awal memerlukan uang, waktu dan pikiran memberinya dorongan untuk tidak menyerah dalam keadaan. ”Pengorbanan yang banyak membuat saya harus tetap optimis,” tuturnya.

Ia mulai mendapat motivasi dari membaca buku, share dan ikut seminar. Ia pun mulai menanamkan prinsip pantang menyerah. ”Malu pada diri sendiri jika menjadi pecundang membuat saya harus bangkit dan mampu mengejar impian saya,” tambahnya.

Secara berlahan, usahanya pun kini mengalami perkembangan cukup signifikan. Hingga saat ini jumlah outletnya turus meningkat dan telah menyebar di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua, dengan jumlah 42 outlet. Bahkan, dirinya memiliki impan ada mitra yang menjual teh dan kopi MU Khas Medan disetiap kota, kabupaten dan desa, hingga mempunyai outlet di luar negeri

Salah satu itu yang mendorong karena prinsipnya yang memegang enam motto dalam menjalankan bisnisnya.
“Kami bukan hanya menjual kopi tetapi menjual kualitas, inovasi, kejujuran, tanggung jawab, professional dan kepuasan pelanggan,” tandasnya.
Post a Comment