Thursday, 19 March 2015

Mengintip Peluang Medan Kota MICE

Kegiatan MICE, memberikan efek luar biasa dalam pertumbuhan ekonomi. 


Foto:www.ganlob.com

Puluhan ribu pengunjung memadati Pameran Otomotif Medan (POM) 2014 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Jalan Kapten Maulana Lubis, Maret 2014 lalu. Event yang berlangsung selama lima hari itu berjalanan sukses, dengan total transaksi Rp131,11 miliar, dari penjualan 474 unit mobil berbagai model dan merek. 

Sejak beberapa tahun belakangan ini, Kota Medan sering dijadikan tempat penyelenggaraan berbagai event skala besar dari meeting, konfrensi, exhibition, dan sebagainya. 

Bahkan, dari catatan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Medan, sejumlah event besar lainnya masih berlangsung hingga akhir tahun 2014.

 Sofyan Nasution. Pribadi
"Kadin Medan saat ini sedang merencakan event besar di eks parkiran bandara Polonia, kita akan melibatkan langsung 13 konsul," kata Wakil Ketua Kadin Medan Bidang Industri Kreatif dan MICE, Sofyan Nasution. 

Nah, banyak event besar baik lokal, nasional dan internasional berlangsung di Kota Medan, membuat pemerintah Indonesia menetapkan Kota Medan sebagai salah satu tujuan wisata MICE (meeting, incentive, conference and exhibition) dari 10 kota utama di Indonesia, sejak tahun 2011 lalu.  

Menurut Sofyan Nasution, keunggulan Kota Medan menjadi tujuan wisata MICE di Indonesia, karena Medan merupakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia, dengan letak geografis yang startegis dan didukung ketersediaan infrastruktur, fasilitas, transportasi, dan banyak objek wisata yang menarik.

Salah satu infrastruktur yang menjadi daya tarik Kota Medan, diantaranya, Kualanamu International Air Port (KINA), dimana PT Railink telah mengembangkan sistem layanan terpadu dalam pengelolaan dua stasiun yang menghubungkan rute Medan–Kuala Namu.  

Kemudian, didukung dengan sarana transportasi darat dan udara. Serta  bertambahnya jumlah hotel bintang lima, yang menyediakan ruangan untuk kegiatan MICE. 

Makanya, dengan banyaknya kelebihan yang ditawarkan Kota Medan, kegiatan MICE di Kota Medan dinyakini akan terus meningkat. "Bahkan kalau bisa kedepan, Kota Medan menjadi pusat ekonomi di Indonesia bagian barat," harapnya.

Masuknya Kota Medan sebagai salah satu tujuan wisata MICE di Indonesia ternyata memberikan kontribusi bagi para pelaku usaha yang berkaitan dengan industri ini. 

Sofyan yang juga pemilik Procomm, perusahaan bergerak dalam bidang EO, mengaku, sejak Kota Medan menjadi salah satu tujuan wisata MICE, dirinya semakin bergairah dalam menawarkan kerjasama kepada sejumlah pihak untuk menyelenggarakan event di Kota Medan. 

Bagi Sofyan, MICE memberikan peluang bisnis yang menjanjikan bagi yang jeli melihatnya. 

"Setiap perusahaan besar maupun organisasi pasti menyelenggarakan rapat atau pertemuan setiap tahunnya," tukasnya. 

Bahkan, tambah Sofyan, bila dikelolah dengan baik dan fokus oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, MICE memberikan dampak begitu besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan. "Danpak event MICE luar biasa. Semuanya bisa bergerak," paparnya.   

Maruli Damanik. Pribadi
Danpak industri pariwisata MICE juga dirasakan para pelaku usaha biro perjalanan seperti yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Utara (Sumut). 

"Peserta MICE sudah pasti melakukan kunjungan pariwisata setelah melakukan meeting. Di situlah peran pelaku pariwisata," terang Ketua ASPPI Sumut, Maruli Damanik.

Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan rapat berstandar nasional dan internasional di Kota Medan, sebut Maruli, sektor pariwisata pasti turut bergerak. 

Dia mencontohkan, para peserta meeting pasti akan membutuhkan akomodasi, jasa pemandu wisata, souvenir dan sebagainya.  

Sebagai pelaku pariwisata, dia berharap, Pemerintah Kota (Pemko) Medan lebih meningkatkan gaung Kota Medan sebagai daerah tujuan wisata MICE baik di Kota Medan, nasional hingga internasional. (Midian Simatupang|Muse Magazine)www.garuda-indonesia.com

Post a Comment