Friday, 28 February 2014

Byson Independent Medan (BIM)

Satukan Hobi dan Kreativitas 



Memiliki hobi dan kreativitas tentunya sangat mengasyikan Cila disalurkan di komunitas dibanding hanya sendirian. Selain hobi dan kreativitas  komunitas bisa meningkat rasa kebersamaan dan kepeduakuan. Hal inilah yang ditunjukan sekelompok bikers Yamaha Byson di Kota Medan, yang membentuk komunitas bernama Byson Independent Medan (BIM).  

Komunitas ini resmi berdiri secara independent sejak 12 Desember 2012 lalu. ketika pertama kali berdirinya BIM dideklarasikan di Sibolangit, jumlah anggota yang tergabung di komunitas ini hanya 15 orang. Namun belum genap setahun, jumlahnya bertambah menjadi 62 anggota. Untuk melebarkan sayapnya di dunia otomotif, BIM pun kini bergabung di dalam Paguyupan atau forum komunikasi "Byson Independent Satu Indonesia" (Link:www.yamaha-motor.co.id).

"Bayak yang tertarik ke BIM karena kegiatan di BIM positif. Kita sering mengadakan bakti sosial dan hobi touring tersalurkan di sini. Itu membuat banyak orang-orang bertanya dan ingin bergabung," kata Erick Firman Sibarani, Ketua Byson Independent Medan (BIM), Rabu malam (4/12) di Sekretariat BIM, Lontong Poka Medan, Jalan Juanda Baru Gang Melayu.  

Saat menyambangi Sekretariat BIM, sejumlah bikers Byson sedang ngumpul. Sekretariat ini dibuat sebagai "base camp" atau pojok bikers BIM agar anggota dapat mengetahui titik kumpul setiap malam. Sementara pelataran parkir Kampus Harapan mereka gunakan sebagai tempat kopi darat (kodar) setiap Jumat malam.  

Pantauan malam itu, mereka sedang mempersiapkan perayaan ulang tahun (Anniversary) Pertama BIM yang akan diadakan di gedung Alpha Omega, Jalan Diponegoro pada 15 Desember mendatang. "Seluruh komunitas kita undang," sebut Erick.
Melihat keakraban, canda dan tertawa para bikers di komunitas ini, menghilangkan perbedaan latarbelakang usia, pendidikan, pekerjaan, etnis dan agama di antara mereka.     

"Di sini tidak ada perbedaan antara senior dan junior, baik pendiri dan yang baru bergabung, tidak membedakan usia, tapi tetap saling menghargai. Intinya, saling bersahaja dan menghargai. Itu hal yang utama sehingga kita tetap solid," tukasnya.    

Erick bercerita, ide awal mendirikan BIM terodorong dari keingan untuk mengikat tali persaudaraan antar sesama penggemar Byson di Kota Medan, menggalakan keselamatan berkendaraan (safety riding) dan menunjukan kepada masyarakat berprilaku positif dalam berkendaraan, dan belajar berorganisasi positif melalui sepeda motor byson. 

Untuk menunjukan berprilaku positif dalam berkendaraan, komunitas ini menerapkan aturan ke seluruh pengurus dan anggota wajib mengutamakan "safety riding" seperti helm, spion dua dan sepatu serta mematuhi rambu-rambu lalulintas. "BIM sendiri mempunyai barisan-barisan seperti komunitas lain di Medan, agar tidak mengganggu pengguna jalan," terangnya. 

Touring, Bansos dan Modifikasi 
Meski usia BIM belum genap setahun, namun kegiatan-kegiatan dilakukan komunitas ini tidak kalah seru dengan komunitas otomotif lainnya. Untuk kegiatan touring misalnya, setiap bulan para bikers di BIM melakukan touring penyuluhan safety riding, touring wisata dan touring persaudaraan dengan mengunjungi club byson di kota lain. 

Karena sering menggelar touring, nyaris seluruh wilayah di Pulau Sumatera  sudah dijelajahi. "Touring terjauh kita ke Jakarta pada 14 Juli 2013 lalu, dalam rangka touring persaudaraan. Ada empat anggota yang berangkat," tutur Erick. 

Sementara dua bulan sekali mereka menggelar kegiatan bakti sosial (bansos) ke Panti Asuhan. Kegiatan bansos terakhir mereka lakukan ke salah satu Pesantren di Jalan Tritura pada 28 Juli 2013 lalu. 

Tidak hanya rajin menggelar touring dan bansos, BIM juga aktif mengikuti event-event seperti modifikasi dan sosialisasi Satlantas. Untuk event-event modifikasi mereka mendapat dukungan dari Bengkel Modifikasi Graha Motor, Jalan Gatot Subroto, Medan. 

Nah, karena banyak menggelar kegiatan positif, wajar bila banyak para bikers byson di Kota Medan tertarik bergabung di BIM. Syarat yang dikenakanpun tidak membuat pusing kepala karena hanya mensyaratkan otomania menggunakan Yamaha Byson, kelengkapan berkendaraan seperti menggunakan spion dua, helm, sepatu dan safety riding.

"Bagi yang ingin bergabung lansung aja datang jumat malam saat kita kodpar," pngkas Erick. Tertarik untuk bergabung?  (Midian Simatupang)   



Byson Independent Medan

Penasehat I : Edi Rismanto
Penasehat II: Aziz Wong
Ketua    : Erick Firman Sibarani
Wakil Ketua : Yogig Parresia Wahyu
Sekjend    : Febri Muhamad Rozi
Bendahara   : Rano Khairi
Humas        : Arie Wicaksono
                     Sofyan
                     Fikri

Fb: Byson Independent Club Medan
Website: www.bysonindependentmedan.blogspot.com

Post a Comment