Tuesday, 10 December 2013

Kereta Api Membawa Mereka Bertemu

DIVRE 1 RAILFANS

Komunitas ini menjadi tempat bertemu dan berkumpulnya para pencinta kereta api khususnya di Sumatera Utara. 

Di tengah hiruk pikuk suasana stasiun besar Kereta Api (KA) Divisi Regional 1 Sumatera Utara-Aceh, Jalan Stasiun Kereta, Medan, sekelompok pemuda terlihak duduk akrab bercengkrama. Namun, mereka bukanlah penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan. Mereka adalah pehobi kereta api yang tergabung dalam komunitas DIVRE 1 RAILFANS, akrab dengan singkatan DR1RF.
Di stasiun KA bekas peninggalan kolonial Belanda inilah mereka sering melakukan pertemuan dan membahas berbagai isu-isu menarik tentang perkeretaapian. Tak hanya itu saja, mereka juga melakukan berbagai kegiatan, mulai dari menulis artikel di majalah Kereta Api, naik kereta api bareng, hunting fotografi kereta api, blusukan menelusur dan mendokumentasi jalur-jalur KA Sumut yang telah mati atau ditutup dan menyusunan buku sejarah kereta api di Sumut. 
"Hobi terhadap kereta api ini merupakan hobi yang tidak umum dan bahkan banyak orang mengatakan ini hobi yang aneh, sehingga pada awalnya cukup sulit untuk menemukan teman yang memiliki hobi serupa," sebut Gregory Widya, Ketua DR1RF kepada Jurnal Asia, Kamis (10/10).
    
Namun, untuk bisa menemui mereka ternyata agak sulit juga. Pasalnya, karena kesibukan rutinitas dari masing-masing anggota, komunitas ini tidak memiliki jadwal rutin pertemuan. Pertemuan biasanya mereka lakukan secara dadakan yang diinformasikan melalui sms, telepon,dan facebook. Titik awal pertemuan mereka biasanya di Jembatan Titi Gantung yang ada di Stasiun Besar Medan.
"Teman-teman yang pada saat ini bergabung di DR1RF terdiri dari berbagai latar belakang usia mulai dari belasan tahun hingga 30-an tahun. Latar belakang pekerjaannyapun beragam ada dari pegawai BUMN, pegawai kereta api, swasta, wiraswasta, mahasiswa dan siswa sekolah," papar Gregory Widya. 
Komunitas ini resmin terbentuk pada 1 Agustus tahun 2009 lalu di Stasiun Pulu Brayan, berawal dari tiga orang pendirinya, yakni Gregory Widya pegawai sebuah BUMN di Kota Medan, Riky Soeripno mahasiswa Fakultas Hukum UMSU, dan Rio Andika mahasiswa DII Perpajakan di USU berkenalan melalui forum pencinta kereta api di internet bernama semboyan35.com. Selanjutnya, ketiganya bersekapat bertemu dan akhirnya memutuskan membentuk komunitas ini . 
Nama DIVRE 1 RAILFANS sendiri adalah kumpulan dari para pencintakereta api (railfans) di DIVRE 1. Divre 1 sendiri merupakan kepanjangan dari Divisi Regional 1 yang menunjukkan nama dan wilayah kerja dari perusahaan kereta api di Sumatera Utara (PT KA DIVRE 1 Sumatera Utara) yang meliputi wilayah kerja Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.
"Sejak dibentuk hingga saat ini berbagai kegiatan sudah kami lakukan, antara lain sharing seputar kereta api sumatera utara, pembentukan pengurus komunitas, pembuatan Fanpage di Facebook, kegiatan naik kereta api bersama-sama, fotografi dan dokumentasi kereta api, dan yang masih berjalan adalah penyusunan buku tentang sejarah kereta api Sumatera Utara," terangnya. "Kami juga memberikan kritik dan saran kepada orang-orang yang bekerja di pekeretaapian di Sumut," tambahnya. 
Seiring waktu berjalan, keberadaan komunitas ini semakin dilirik para pencinta kereta api lainnya yang sejak lama kesulitan untuk menemukan teman yang memiliki hobi serupa. Hingga saat ini, yang telah resmi bergabung sudah sebanyak 20 orang. Namun, yang bergabung di komunitas ini masih didominasi para kaum laki-laki. 
Menurut Gregory Widya, banyaknya orang tertarik bergabung di komunitas ini dimotivasi karena untuk menambah teman se-hobi dan menambah wawasan seputar perkeretaapian, khususnya di Sumut. 
"Tujuannya adalah untuk menjadi wadah komunikasi dan sebagai sarana untuk menyatukan orang-orang yang memiliki minat yang sama yakni menyukai kereta api, khususnya kereta api di Sumut menjadi komunitas yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang sejarah dan perkembangan perkeretaapian Sumut," ungkapnya. 
Ia melihat, belakangan ini kecintaan masyarakat terhadap kereta api sudah mulai tumbuh dan berkembang di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Namun, di Pulau Sumatera khususnya di Divre 1 Sumut kecintaan masyarakat terhadap kereta api masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. 
"Bahkan, boleh dibilang selama selama tahun kami bersama belum ada perubahan signifikan dari masyarakat terhadap perkeretaapian di Sumatera Utara. Padahal, potensi perkeretaapian di Sumatera Utara sangat unik dan berbeda dengan di pulau Jawa. Kami berharap dengan beroperasinya KA Bandara (ARS ? Airport Railink System) Medan ? Kualanamu akan membuat masyarakat semakin mencintai kereta api," ujarnya.  
Gregory Widya mengatakan, untuk menjaga kekompakan, selain diadakan kumpul bareng, mereka juga sering mengadakan naik kereta api (joyride) secara bersama-sama. "Karena dengan joyride akan mendekatkan hubungan dengan sesama anggota komunitas juga dengan kereta api itu sendiri. Dan yang menjadi kelebihan serta menjadi hal yang penting di komunitas ini bahwa komunitas ini sangat bersifat kekeluargaan," tuturnya.
Komunitas inipun bersifat bebas dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. syaratnya hanya satu, yakni memiliki minat khusus dan kesukaan terhadap kereta api, khususnya di Sumut. 
"Yang ingin bergabung bisa menghubungi sekretaris dan mengisi formulir pendaftaran anggota komunitas," pungkasnya. (Midian Simatupang ) 


Pengurus 

Ketua              : Gregory Widya
Sekretaris         : Riky Soeripno 
Seksi Dokumentasi  : Andang Tri & Kie Pratama
Telp/HP   : 0857 6644 6463
Fanpage Facebook   : Divre 1 Railfans
Post a Comment