Tuesday, 20 September 2011

Kepuasan dari Misi Pemburuan


Mungkin tidak semua orang berani mengeluarkan uang jutaan hingga puluhan juta rupiah untuk sekedar memancing ikan. Namun, jika sudah jatuh cinta dengan hobi yang satu ini, persoalan biaya tidak menjadi hambatan demi mendapatkan kepuasan saat joran dilempar, strike dan ikan berukuran cukup besar berhasil diangkat.

Hobi ini lah membuat para pemancing mania di Medan tergabung dalam Medan Fishing Community (MFC), tak pernah merasa puas berburu berbagai jenis ikan yang dianggap menarik untuk dipancing baik di laut maupun di air tawar.

Sebenarnya agak sulit untuk bisa menemui mereka saat berkumpul bersama. Saat Kover Magazine berusaha menemui mereka sebahagian besar mereka saat itu sedang asyik berada di lautan dengan joran pancingnya.

“Teman-teman yang lain saat ini sedang mancing di Aceh, kalau saya akan mamancing ke Malaysia,” kata Edy Jaya, salah seorang mancing mania saat ditemui pada awal Mei lalu. Edy Jaya pun memang sudah punya agenda mancing tersendiri. Dia mengaku sudah enam kali memancing di negeri Jiran itu.

Sejak komunitas ini terbentuk sekitar tahun 2007 lalu, sampai saat ini mereka tak pernah henti mengarungi lautan. Sangkin hobinya, memburu ikan bukan hanya dilakukan di perairan Sumatera Utara (Sumut). Misi pemburuan dilakukan sampai ke perairan laut diluar wilayah Sumut, bahkan sampai memancing ikan di negara tetangga.

Sudah pasti begitu banyak biaya dikeluarkan mereka untuk hobi ini. Dari membeli peralatan pancing, ongkos menyewa kapal boat, operasional dan sebagainya. Mungkin bagi sebahagian orang muncul kesan dan pendapat, mereka seperti orang yang kurang kerjaan saja.

Namun, bagi mereka memancing merupakan hobi yang begitu dinikmati dan pengalaman begitu mengesankan sehingga tidak bisa tergantikan dengan uang. Dengan hobi ini mereka dapat menghilangkan kepenatan di pikiran dari aktifitas dan rutinitas kerja.

Menurut Edy Jaya, saat ini sudah sekitar 20 orang mancing mania bergabung di MFC. Mereka ada yang berasal dari kota Medan, Tebing Tinggi bahkan dari Aceh. Umumnya orang yang bergabung dengan komunitas ini adalah pengusaha.

Makanya, tak heran bila mereka tidak begitu mempersoalkan besar kecilnya dana yang dibutuhkan demi hobi yang sudah melekat cukup lama. “Yang didapat dari memancing adalah kepuasan,” tutur Edy Jaya.

Sejak wadah ini terbentuk, berbagai kegiatan memancing ikan bersama sering dilakukan, hingga sekitar tahun 2010 lalu. Paling sering dikunjungi adalah perairan laut Pantai Cermin, Deli Serdang dengan menggunakan kapal kayu.

Berbagai jenis ikan berukuran besar seperti ikan GT seberat 10-16 Kg sering didapat. Edy Jaya mengaku sampai saat ini dia baru berhasil memacing ikan GT seberat 29 Kg. Namun dia memilih mengembalikan ikan itu ke dalam laut.

Komunitas ini ternyata memiliki etika yang harus ditaati bersama. Bila mendapatkan ikan berukuran besar, wajib ikan itu harus dilepas kembali ke laut. Bila sekedar untuk dikomsumsi, bisa membawa ikan hasil pancingan yang ukurannya sesuai dengan kebutuhan.

Jika ada kedapatan diantara mereka membawa ikan ukuran cukup besar, ejekan pasti akan datang dari anggota lainnya. “Karena ikan itu juga termasuk ikan yang harus dilestarikan,” tuturnya. Ternyata, hobi ini juga menuntut kepedulian lingkungan.
Post a Comment