Sunday, 14 August 2011

Pewaris Sukses Supermarket Macan Group




Tahun 2011 ini merupakan tahun yang penuh berkah bagi Bobby Leong. Di tengah usianya yang masih tergolong muda, 35 tahun sebagai CEO & Marketing Director di Macan Group. Ia, berhasil menaikan brand Macan Yaohan Supermarket dan mini market ‘Macan Mart’ dengan menerima dua anugerah Award.

Award yang diterimanya membuktikan kemampuannya mengelola Mancan Group sebagai pusat belanja lokal di kota Medan, telah terbukti mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya, di tengah gencarnya serangan Ritel pendatang baru di Medan.

Buktinya, hanya berselang satu bulan Macan Gorup menerima “International Business & Company Award 2011” dalam kategori ‘Best Company of Year’ dari International Achievement Foundation pada 29 April 2011 lalu.

Bahkan usaha dari warisan orang tuanya Hardie Leong sebagai pendiri Macan Yaohan Supermarket sejak tahun 1985 silam, jumlahnya semakin menggurita di Medan. Konsumen bisa memilih lokasi seperti di Medan Mall, Pulau Brayan, Jalan Merak Jingga, Jalan Iskandar Muda, Jalan Aksara, Brigjen Katamso dan Sukaramai.

Tidak hanya dalam kemampuan bersaing dengan ritel-ritel raksasa. Satu bulan kemudian pada 18 Mei 2011, Managing Director Card Connection Sumut ini juga dianugrahi Service Excellece Awards 20011 dari Hermawan Kartajaya, Guru Pemasaran Dunia dari Indonesia.

Hermawan Kartajaya mengacungkan jempol kepada Macan Group menjadi salah satu pemenang yang memiliki skor tertinggi di Medan dalam katregori supermarket. “Dalam riset dari segi pelayanan yang khusus dilakukan di Medan, kita mendapatkan Top Branding mencapai 98 persen. Hampir semua warga Medan mengenal Macan Yaohan,” kata Bobby Leong.

Menurut Bobby penghargaan itu diperoleh karena komitmen Macan Gorup dalam memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan kepada konsumen. Baginya, pelayanan lah yang dicari konsumen ketika mengunjungi pusat perbelanjaan.

Sebab itu dalam peningkatan pelayanan kepada pelanggan, Ia selalu memberikan training kepada sekitar 800 karyawannya. Ayah dua putra ini akhirnya memilih take line “Sahabat Sejati, Setia Melayani” dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dan konsumennya.

“Kita melayani konsumen bukan sebagai raja, namun sebagai teman, karena dengan kita menjadikan sebagai teman, kita melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Selalu Manjakan Pelanggan

Sebagai bentuk komitmen melayani konsumen dan menjaga harga-harga setiap produk tetap terjangkau. Lulusan S1 Canterbury Business School dari University of Kent at Canterbury dan S2 dari Inggris ini, juga memberikan nilai tambah kepada pelanggannya.

Nilai tambah diberikan mulai dari pemberian diskon produk, pemberian reward untuk mendapatkan hadiah kepada pelanggannya yang berbelanja konsumen. “Kita juga memberikan kartu diskon kepada member karena bias mendapatkan hadiah atau voucher,” paparnya.

Tidak itu saja, Ia juga rajin menyampaikan informasi seputar harga dan produk-produk di Macan Yaohan Supermarket kepada pelanggannya melalui social media yang dikirimkan melalui SMS, Facebook dan Twiter.

Pegang Pesan Orang Tua

Namun, sebagai CEO & Marketing Director Macan Group, pesan yang disampaikan ayahnya Hardie Leong meminta kepada dirinya agar mempertahankan perusahaan Macan Gorup menjadi pegangan dalam memimpin perusahaan.

Untungnya, orangtuanya begitu memberikan kepercayaan, Macan Group bisa berkembang ditangannya. “Pesan orang tua, arus menjaga perusahaan ini tetap maju, bertahan, karena 800 karyawan yang bekerja disini, yang keberadaan mereka sangat dibutuhkan oleh keluarga mereka,” tandasnya.

Kepercayaan itu diberikan karena Bobby sudah terlihat memiliki bakat bisnis. Ketika masih kuliah di Inggris, Bobby sering menyampaikan ide-ide kepada orang tuanya berupa membentuk divisi-divisi berguna untuk mengembangkan perusahan. Ide itu selalu disampaikannya saat pulang liburan ke Medan.

Maklum, kala itu Bobby melihat ayahnya mengelolah Macan Group masih secara tradisional. Saat itu divisi-divisi seperti marketing, Informasi Tekhologi (IT) belum ada. Dari sini lah, dia terfikir untuk membantu orangtuanya untuk lebih mengembang Macan Group. “Sebagai anak saya beruntung, apa yang saya terapkan, bapak bisa terima ayah selalu menerima ide yang mau saya terapkan,” ujarnya.

Sang ayah pun memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai seorang Project Manager ketika masih berusia 24 tahun. Tak disia-siakan, Ia secara berlahan mulai menciptakan divisi marketing, divisi IT, membuat promosi dan melakukan pendekatan kepada konsumen dan pelanggannya.

Bahkan, kini Ia telah mulai mengembangkan mini market di Medan bernama ‘Macan Mart’ yang kini telah berjumlah 9 buah di kota Medan dengan sistim bagi hasil.

Post a Comment